POLTEKAD KODIKLATAD
JURUSAN TEKNIK TELEKOMUNIKASI
PRAKTIK KOMUNIKASI DATA
MODUL PRAKTIKUM KE 8
PRAKTIK INSTALASI DAN SETTING DASAR ACCESS POINT (AP)
1. Umum.
Access Point adalah sebuah perangkat jaringan yang berisi sebuah transceiver dan antena untuk transmisi dan menerima sinyal ke dan dari clients remote. Dengan access points (AP) clients wireless bisa dengan cepat dan mudah untuk terhubung kepada jaringan LAN kabel secara wireless.
Secara garis besar, access Point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network). Atau jika ingin diperinci lebih jelas lagi fungsi access point adalah sebagai berikut :
a. Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server
b. Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access(WPA)
c. Mengatur akses berdasarkan MAC Address device pengakses
d. Sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel
2. Tujuan Praktikum.
- Mampu seting dasar hotspot dengan menggunakan wireless menggunakan TP-Link TL-MR3420.
3. Alat dan Bahan.
a. Laptop/PC;
b. Modul Praktikum; dan
c. TP-Link TL-MR3420.
4. Landasan Teori.
Mematuhi standar IEEE 802.11n, TL-MR3420 dapat membangun jaringan nirkabel dengan kecepatan transmisi hingga 300Mbps, sementara mengurangi kehilangan data jarak jauh dan melalui rintangan di kantor kecil atau apartemen besar, bahkan kondisi dalam baja dan bangunan. Di atas semua, pengguna dapat dengan mudah mengambil sinyal jaringan nirkabel mereka di jarak yang lebih jauh dari router, di mana dengan produk terdahulu 11g mereka harus lebih dekat.
Agar dapat mengamankan pengguna jaringan Wi-Fi, enkripsi WEP tidak lagi cukup kuat. TL-MR3420 menyediakan enkripsi WPA/WPA2 (Baik Pribadi dan Enterprise), diciptakan oleh WI-FI Alliance, mendorong interpretabilities dan keamanan untuk WLAN, untuk melindungi jaringan wireless N anda dari semua penyusup yang berbahaya.
Kompatibilitas adalah aspek yang paling penting untuk dipertimbangkan ketika Anda memilih sebuah router 3G. Untuk memastikan kompatibilitas terbaik antara router dan modem yang akan anda gunakan dengan router, TP-LINK telah membuat Router 3G yang kompatibel dengan ISP di daerah di mana mereka dijual. Kami memiliki tim di seluruh dunia yang terus menerus menguki router kami dengan modem yang baru muncul untuk memastikan bahwa pengguna akhirnya dapat merasa yakin bahwa router mereka akan beroperasi dengan sempurna di mana mereka tinggal dan bekerja.
5. Langkah-langkah Praktikum.
Seting Dasar Wireless Router TP-Link TL-MR3420.
Hotspot merupakan tipe jaringan Nirkable yang media transmisinya menggunakan gelombang radio. Lakukan penyetingan dasar menggunakan Wireless Router TPLINK TL-MR3420 seperti langkah-langkah berikut :
a. Masukkan username : admin dan password : admin
Gambar 1. Tampilan Awal
b. tampilan setelah login / halaman status, pilih menu Qiuck Setup untuk melakukan penyetingan.
Gambar 2. Tampilan Setelah Login
c. Setelah memilih menu Quick Setup seperti gambar di bawah ini, klik Next.
Gambar 3. Tampilan Quick Setup
d. Tampilan di bawah ini memilih mode akses internet, pilih WAN only lalu klik Next.
Gambar 4. Tampilan Awal
e. Setelah memilih WAN Only, pilih Auto Detect untuk tipe koneksi WAN, lalu klik Next seperti gambar di bawah ini.
Gambar 5. Tipe Koneksi dari WAN
f. Langkah berikutnya menentukan nama wifi, lokasi negara, password dan sebagainya, setelah itu klik Next.
Gambar 6. Seting Identitas Wifi
g. Setelah selesai menyeting identitas wifi, klik finish dan siap digunakan.
Gambar 7. Seting Wifi Selesai
h. Setelah di klik finish, lakukan booting agar setingan tersimpan. Tampilan status setelah di setting akan tampak seperti di bawah ini.
Gambar 8. Identitas Wifi yang Baru
6. Hasil Percobaan
Gambar 9. Koneksikan dengan jaringan wifi
Gambar 10. Isi alamat wab
Gambar 11. Mengisi username dan password
Gambar 12. Mengubah SSID Username
Gambar 13. Mengubah password
Gambar 14.Logout setelah selesai
7. Analisa Percobaan
Pada praktikum ini, kita melakukan Konfigurasi wireless router /access point. Dari konfigurasi tersebut kita dapat menganalisa bahwa :
⦁ Sebelum melakukan konfigurasi, hendaknya me-restart ulang perangkat wireless router/access point terlebih dahulu sehingga menghindari masalah dalam konfigurasi.
⦁ Saat melakukan konfigurasi tancapkan kabel LAN pada port warna kuning di Wireless router untuk menghubungkan dengan PC.
⦁ Melakukan konfigurasi web browser dan masukkan 192.168.0.1, kemudian masuk pada halaman dari TP-LINK.
⦁ Pada praktikum ini melakukan setting IP static. Diberikan IP 192.168.20.6. IP digunakan untuk menghubungkan dengan WAN sehingga dapat terkoneksi dengan internet. SSID pada wireless router yang disetting diubah menjadi MESS SRIKANDI.
⦁ Kita dapat melakukan pembatasan jumlah client yang terhubung dengan melakukan setting pada DHCP Setting. Pada konfiguarsi IP yang disediakan untuk Client mulai dari IP 192.168.0.100 – 192.168.0.105. Sehingga apabila kuota sudah terpenuhi, maka client yang ingin terhubung dengan access point tidak dapat terhubung karena telah dibatasi jumlah clientnya sejumlah enam client.
⦁ Kita dapat melakukan pemblokiran terhadap MAC address atau biasa disebut dengan MAC filtering. MAC filtering adalah suatu utility pada access point untuk melakukan filter pada MAC address tertentu dan membuat aturan apakah suatu MAC address dapat mengakses jaringan wireless atau tidak.
⦁ Demi keamanan agar tidak sembarang client dapat terhubung dengan access point, dapat ditambahkan sebuah Security Key yag dilakukan pada pengaturan Quick Setup pada bagian WPA-PSK/WPA2-PSK isikan password yang diinginkan.
8. Kesimpulan
Dari Praktikum konfigurasi Wireless ini dapat disimpulkan bahwa acces point merupakan suatu perangkat yang sangat penting dalam membangun sistem jaringan komputer tanpa kabel atau wireless. Acces point digunakan sebagai terminal sentral sedangkan untuk komputer - komputer yang terhubung harus menggunakan wireless LAN card.Saat konfigurasi router, kita harus mengatur IP WAN, range IP yang dapat digunakan oleh client, Region dan sebagainya. Selain itu kita dapat memberikan password agar client yang ingin terhubung tidak sertamerta dengan mudah terkoneksi dengan access poin, kemudian dapat memblokir situs-situs tertentu agar tidak dapat diakses oleh client, dapat mengatur schedule/jadwal dari penggunaan wirless router, schedule pemblokiran, dapat memblokir client yang tidak diinginkan berdasarkan host ataupun MAC address, atau juga bisa melakukan filtering.
MAC filtering adalah suatu utility pada access point untuk melakukan filter pada MAC address tertentu dan membuat aturan apakah suatu MAC address dapat mengakses jaringan wireless atau tidak.













